Kiper Cape Verde, Vozinha, mencuri perhatian dunia setelah namanya masuk dalam daftar 10 besar nominasi penghargaan Goalkeeper of the Year di ajang Ballon d'Or 2026. Pria berusia 40 tahun itu menjadi salah satu kiper paling dicintai di turnamen Piala Dunia 2026, dan kini mendapat pengakuan internasional yang luar biasa.

Perjalanan Vozinha bersama Cape Verde di Piala Dunia 2026 sungguh dramatis. Di fase grup, ia menjadi tembok kokoh ketika Cape Verde menahan imbang Spanyol tanpa gol. Dalam laga itu, Vozinha melakukan tujuh penyelamatan penting, menggagalkan peluang-peluang emas dari tim yang akhirnya menjadi juara. Aksi heroiknya membuat namanya melambung dan mendapat perhatian pecinta sepak bola global.

Setelah Piala Dunia, Vozinha pindah ke klub Chile, Colo-Colo. Kepindahannya ke Amerika Selatan ternyata diikuti ledakan popularitas di media sosial. Kini ia memiliki lebih dari 29 juta pengikut di Instagram, menjadikannya salah satu kiper dengan pengikut terbanyak di dunia. Fenomena ini menunjukkan bagaimana performa di Piala Dunia bisa mengubah karier seorang pemain secara drastis.

Nominasi ini juga menjadi bukti kualitas Vozinha yang tak lekang oleh usia. Sebelum Piala Dunia, ia menghabiskan musim keduanya di klub divisi dua Portugal, Chaves, dengan 19 penampilan. Meski tidak bermain di liga top Eropa, penampilannya di panggung internasional berhasil meyakinkan juri Ballon d'Or untuk memasukkannya ke dalam daftar elite.

Dalam daftar nominasi, Vozinha bersaing dengan nama-nama besar seperti Thibaut Courtois (Real Madrid), David Raya (Arsenal), dan Matvey Safonov (Paris Saint-Germain). Menariknya, peraih Yashin Trophy saat ini, Gianluigi Donnarumma, tidak masuk nominasi. Begitu pula dengan Alisson Becker dari Liverpool, serta kiper utama Piala Dunia seperti Mike Maignan dan Jordan Pickford. Ini menandakan bahwa penampilan di Piala Dunia memiliki bobot besar dalam penilaian.

Pencapaian Cape Verde di Piala Dunia 2026 sendiri terbilang fantastis. Mereka berhasil lolos dari fase grup sebelum akhirnya dihentikan Argentina di babak perpanjangan waktu. Peran Vozinha di sepanjang turnamen menjadi kunci, dan namanya kini sejajar dengan kiper-kiper papan atas dunia.

Pemenang penghargaan ini akan diumumkan pada 26 Oktober dalam upacara Ballon d'Or di London. Jika Vozinha menang, ia akan menorehkan sejarah sebagai kiper pertama dari negara kecil yang meraih penghargaan bergengsi tersebut. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan momen gemilang di panggung dunia bisa membawa seseorang ke puncak yang tak terduga.