Krisis identitas yang melanda Juventus musim ini mengundang perhatian tajam dari legenda klub, Zbigniew Boniek. Di tengah upaya kebangkitan di bawah komando pelatih Luciano Spalletti, Bianconeri dinilai sudah kehilangan DNA juara yang melekat pada sejarah besar mereka. Boniek secara terbuka melontarkan kritik pedas yang menyebut skuad si Nyonya Tua saat ini kekurangan kualitas pemain bintang pembeda.
Dilansir dari Football Italia, pandangan tersebut diungkapkan Boniek menyusul kemenangan 2-0 atas Lecce yang baru saja diraih tim Turin. Gol dari Weston McKennie dan Douglas Luiz memang sempat memutus rentetan hasil negatif selama 35 hari sekaligus mendongkrak posisi tim ke peringkat ketujuh klasemen Serie A dengan koleksi 14 poin. Kendati demikian, mantan penyerang andalan era 1980-an itu menilai hasil positif di kandang Lecce sama sekali tidak memperlihatkan dominasi sejati di atas lapangan hijau.
Lebih lanjut, Boniek menyoroti bagaimana proses gol pertama lahir secara kebetulan dari situasi bola mati yang mengecoh kiper lawan. Menurutnya, situasi sulit yang dialami Juventus saat ini membuktikan bahwa mereka sudah tertinggal dalam perburuan gelar Scudetto dan kerap kedodoran ketika menghadapi ketatnya persaingan di level Eropa. Kritiknya juga merembet pada gaya komunikasi Spalletti yang dinilainya terlalu rumit dipahami, meski ia mengakui sang pelatih adalah sosok juru taktik yang sangat menuntut kesempurnaan.
Situasi ini kian memperkeruh hubungan emosional antara sang legenda dengan kubu Turin yang sempat merenggang sejak skandal Calciopoli. Boniek bahkan sempat menyinggung insiden pencabutan bintang penghargaannya di stadion klub akibat protes suporter di masa lalu. Kini, tantangan berat berada di pundak Spalletti untuk membuktikan bahwa skuad yang dianggap Boniek sekadar 'pemain bagus' ini masih mampu bertransformasi menjadi kolektif pemenang trofi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang