Pelatih Cesc Fabregas memberikan apresiasi tinggi kepada akademi klub setelah tim junior mereka sukses meraih kemenangan penting di kancah Eropa. Keberhasilan mengalahkan tim muda Manchester United dengan menurunkan delapan pemain asal Italia di susunan pemain utama membuktikan identitas lokal yang ingin dibangun oleh klub asal Lombardy tersebut.

Dilansir dari Football Italia, juru taktik asal Spanyol itu menegaskan bahwa filosofi akademi kini mulai sejalan dengan visi jangka panjang tim senior di Como. Dalam konferensi pers jelang pertandingan liga melawan Sassuolo, Fabregas menyebut para pemain muda ini tidak hanya memiliki kualitas fisik yang mumpuni, tetapi juga pemahaman taktik yang sangat matang sesuai dengan gaya bermain yang diinginkan.

Visi besar ini sejalan dengan pernyataan presiden klub Mirwan Suwarso yang memiliki ambisi jangka panjang agar skuad utama nantinya bisa diisi sepenuhnya oleh talenta lokal Italia, serupa dengan model yang diterapkan oleh Athletic Club. Kebijakan ini didukung oleh keputusan klub untuk mempertahankan ukuran skuad yang ramping demi memberikan kesempatan nyata bagi para pemain akademi unjuk gigi di level kompetitif tertinggi.

Strategi tersebut terbukti ampuh membuka jalan bagi talenta-talenta potensial seperti Cassano, Pisati, Baralla, hingga kembalinya Papaccioli untuk menembus skuad utama. Fabregas meyakini bahwa skuad yang tidak terlalu gemuk justru memaksa tim pelatih untuk lebih berani melirik potensi dari sektor pembinaan usia dini ketimbang hanya bergantung pada pembelian pemain bintang di bursa transfer.

Selain membahas para pemain akademi, Fabregas juga memberikan komentar terkait situasi Samuele Ricci yang masih berjuang mendapatkan menit bermain reguler sejak bergabung pada bursa transfer musim panas lalu. Sang pelatih memuji etos kerja serta mentalitas tinggi yang ditunjukkan oleh Ricci, sembari menegaskan bahwa kesempatan bermain akan segera datang bagi siapa saja yang sabar dan fokus dalam sesi latihan.