Publik sepak bola Italia tengah dibuat bergetar oleh kembalinya salah satu maestro lapangan hijau paling ikonik sepanjang masa. Legenda hidup asal Brasil, Ronaldinho, bersiap melakoni debut kompetitifnya dalam laga derby Ravenna kontra Forli di kancah Serie C. Keputusan pemain berusia 46 tahun ini mengenakan kembali sepatu bolanya tentu memancing rasa penasaran besar dari para pecinta bola di seluruh penjuru dunia.

Dilansir dari Football Italia, mantan bintang Barcelona dan AC Milan ini dijadwalkan turun ke lapangan di Stadio Bruno Benelli. Momen ini menandai penampilan kompetitif pertamanya sejak meninggalkan Fluminense pada tahun 2015 silam. Tidak hanya sekadar berstatus pemain, peraih Ballon d'Or ini juga memiliki saham minoritas di klub tersebut. Proyek ambisius ini dirancang untuk menjadi panggung penutup karier sang maestro sekaligus menjadi batu loncatan bagi peluncuran merek global miliknya.

Dilihat dari sejarahnya, klub yang berbasis di wilayah Emilia-Romagna ini didirikan pada tahun 1913 dan sempat merasakan kerasnya kompetisi Serie B pada era 1990-an hingga 2000-an. Badai kebangkrutan pada 2012 sempat menghantam keras klub, memaksa mereka merangkak kembali dari liga amatir. Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Ignazio Cipriani serta mantan direktur olahraga AC Milan, Ariedo Braida, klub berbenah menjadi kekuatan yang disegani di kompetisi level ketiga Italia.

Di kursi kepelatihan, Andrea Mandorlini dipercaya menakhodai skuad dengan target tinggi promosi ke Serie B. Performa tim musim ini terbilang cukup kompetitif, di mana mereka saat ini bertengger di posisi kedua klasemen sementara Grup B setelah mengoleksi 20 poin dari 10 pertandingan. Meskipun tertinggal delapan angka dari pemuncak klasemen Spezia, ambisi klub untuk promosi otomatis tetap membara di sisa musim kompetisi.

Duel derby melawan Forli diprediksi bakal menjadi laga paling disorot dalam sejarah Serie C modern. Publik tentu menantikan sentuhan sihir magis dari sang legenda di atas lapangan hijau, meskipun sang pelatih tetap akan memantau kondisi fisik sang pemain sebelum memutuskan durasi bermainnya. Kehadiran ikon sepak bola dunia ini tidak hanya mendongkrak atensi media, tetapi juga memberikan gairah baru bagi atmosfer sepak bola domestik Italia.