Lucy Bronze, legenda Timnas Inggris, dikenal sebagai pemain yang jarang memperpanjang kontrak. Selama kariernya di klub-klub elite Eropa, ia kerap pergi saat kontraknya habis. Namun, pada musim panas ini, ia memutuskan bertahan di Chelsea untuk satu musim lagi, sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pihak.
Keputusan ini diambil setelah musim terburuk Chelsea dalam tujuh tahun terakhir. The Blues finis ketiga di Women's Super League (WSL) dan tersingkir di perempat final Liga Champions oleh Arsenal. Meski demikian, Lucy Bronze merasa yakin dengan pilihannya. "Ke mana saya harus pergi? Di mana saya bisa berkembang? Di mana saya bisa menang? Opsinya memang banyak," ujarnya. "Saya merasa betah di sini dan sangat nyaman."
Bronze bergabung dengan Chelsea pada 2024 dengan status bebas transfer dari Barcelona. Musim lalu, ia menjadi bagian penting dari tim yang meraih treble domestik dan tak terkalahkan di liga. Namun, musim 2025-26 berjalan berbeda. Kekalahan dari Everton pada Desember mengakhiri rekor 34 pertandingan tanpa kekalahan Chelsea di WSL, dan tim gagal pulih hingga finis ketiga.
Meski musim tersebut mengecewakan, Bronze tetap optimistis. "Saya akan memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin, baik itu menjadi pemain yang lebih baik, memenangkan trofi, atau belajar bahasa baru," kata pemain berusia 34 tahun itu. "Sekarang saya salah satu pemain tertua di tim dan ada banyak pemain muda, jadi saya menemukan peran yang bagus di klub yang saya rasa nyaman."
Keputusan ini juga dipengaruhi oleh ambisinya bersama Timnas Inggris. Bronze menjadi starter di setiap pertandingan saat Inggris mempertahankan gelar Euro 2022, meski menderita patah tulang kering. Ia kini menargetkan Piala Dunia 2027 di Brasil. "Semua orang tahu bermain untuk Inggris sangat berarti bagi saya," tuturnya. "Pengalaman saya di Piala Dunia selalu luar biasa, dan saya ingin memenangkannya bersama Inggris."
Selama musim panas ini, Bronze tetap sibuk dengan berbagai kegiatan, termasuk mengunjungi Kolombia dan bertemu dengan anak-anak pengungsi. Ia memberikan jersey Naomi Girma, bek Chelsea dan kapten Amerika Serikat, kepada seorang gadis pengungsi. "Saya merasa belum memberikan cukup," katanya, berencana kembali ke Amerika Selatan musim panas mendatang untuk membantu lebih banyak.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang