Lionel Messi tengah mempertimbangkan masa depannya di dunia sepak bola setelah kepergian sang ayah, Jorge. Pemain berusia 39 tahun yang kini membela Inter Miami itu mengungkapkan keraguan untuk melanjutkan kariernya. "Saya tidak tahu bagaimana melanjutkannya. Saya biasa hanya bermain sepak bola, dan sekarang saya benar-benar tidak yakin akan melakukannya lebih lama lagi," ujarnya dalam tribune emosional untuk sang ayah.
Sepanjang karier gemilangnya, Messi telah mengoleksi total 921 gol untuk Barcelona, Paris Saint-Germain, Inter Miami, dan Timnas Argentina. Angka itu menjadi bukti nyata betapa luar biasanya perjalanan sang maestro. Kini, saat kabar pensiun mengemuka, BBC Sport merangkum momen-momen paling ikonis yang pernah ia ciptakan di lapangan hijau.
Dari El Clasico hingga Rekor Dunia
Salah satu momen yang tak terlupakan adalah hat-trick pertamanya di El Clasico saat usianya masih 19 tahun. Pada 10 Maret 2007, ia mencetak tiga gol penyama kedudukan untuk Barcelona dalam laga melawan Real Madrid yang berakhir 3-3. Gol terakhirnya di menit akhir setelah melewati beberapa pemain bertahan menjadi titik awal namanya dikenal dunia.
Tak lama berselang, pada 18 April 2007, Messi mencetak gol solo yang mengingatkan banyak orang pada Diego Maradona. Dalam kemenangan 5-2 atas Getafe di semifinal Copa del Rey, ia membawa bola dari tengah lapangan, melewati sekitar lima pemain, dan menaklukkan kiper. Gol itu hingga kini dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola.
Di pentas Eropa, Messi juga punya kenangan manis. Gol sundulannya di final Liga Champions 2009 melawan Manchester United menjadi jawaban atas keraguan publik Inggris. Ia kemudian mencetak empat gol ke gawang Arsenal pada perempat final 2010, sebuah pesta gol yang jarang terjadi. Total 129 golnya di kompetisi ini menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa.
Rekor demi Rekor Bersama Barcelona dan Argentina
Pada 20 Maret 2012, Messi memecahkan rekor pencetak gol terbanyak Barcelona yang bertahan 60 tahun milik Cesar Rodriguez. Hat-trick ke gawang Granada membuatnya mengoleksi 235 gol, dan saat meninggalkan klub pada 2021, ia telah mengukir 672 gol. Tahun 2012 juga menjadi saksi kegilaan produktivitasnya dengan 91 gol dalam satu tahun kalender, sebuah rekor yang tercatat di Guinness World Records.
Bersama Timnas Argentina, Messi akhirnya memecahkan kebuntuan gelar internasional dengan menjuarai Copa America 2021. Empat tahun berselang, ia mempersembahkan trofi Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis di final yang dramatis. Ia juga meraih Ballon d'Or kedelapan pada 2023, rekor yang mungkin tak akan terkejar.
Kini, dengan usia 39 tahun dan karier yang penuh prestasi, Messi memberi sinyal bahwa akhir perjalanan mungkin sudah dekat. Namun, apa pun keputusannya, warisannya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa sudah tak terbantahkan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang