Atmosfer panas tengah melingkupi ruang ganti Manchester United jelang lawatan penting ke Old Trafford. Pelatih kepala Michael Carrick dihadapkan pada keputusan paling krusial dalam karier manajerial singkatnya: apakah ia harus mencopot ban kapten dan memarkir sang jenderal lapangan tengah, Bruno Fernandes, akhir pekan ini?
Badai kritik menerpa Setan Merah menyusul kekalahan telak 1-4 dari Como di ajang Liga Champions, ditambah performa minor yang membuat mereka kini melewati tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Situasi semakin runyam setelah gelandang andalan asal Portugal itu melontarkan kritik terbuka terhadap taktik sang pelatih. Sejumlah legenda klub, termasuk Duncan Ferguson dan Wayne Rooney, kompak menyuarakan agar arsitek tim mengambil tindakan tegas demi menyelamatkan otoritas ruang ganti.
Dilansir dari BBC Sport, sikap manajemen yang tidak memberikan sanksi disiplin kepada Fernandes justru menuai tanda tanya besar dari berbagai kalangan, terutama jika dibandingkan dengan hukuman denda yang diterima Lisandro Martinez sebelumnya. Kendati demikian, beban berat tetap berada di pundak Carrick yang harus segera memutus tren negatif atau menyamai rekor buruk era Louis van Gaal pada musim 2015-2016.
Di sisi lain, opsi pencopotan pemain berusia 32 tahun tersebut tidak sekadar membalikkan telapak tangan. Badai cedera yang menimpa skuad utama—termasuk absennya Benjamin Sesko, Kobbie Mainoo, hingga Marcus Rashford—membuat lini serang tim kehilangan banyak amunisi krusial. Mengandalkan Bruno Fernandes yang telah mencetak 111 gol dari 338 penampilan tetap menjadi perjudian besar di tengah menurunnya produktivitas sang kapten musim ini.
Kini, seluruh mata suporter tertuju pada konferensi pers pra-pertandingan jelang duel kontra Bournemouth. Keputusan berani yang diambil sang juru taktik akan menjadi penentu apakah ia mampu mengendalikan ruang ganti atau justru terseret dalam pusaran krisis yang kian membakar tribun pendukung Setan Merah.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang