Sebuah malam magis tersaji di Stadio Giuseppe Sinigaglia ketika Como sukses mempermalukan raksasa Inggris dengan skor telak 4-1. Di balik pesta kemenangan besar tersebut, pelatih kepala Cesc Fabregas justru menyimpan satu penyesalan mendalam terkait instruksi yang ia berikan kepada anak asuhnya di penghujung laga.
Pertandingan ini menjadi panggung bagi Nico Paz yang tampil gemilang sebagai pemain terbaik lewat torehan dua golnya. Dominasi wakil Serie A ini semakin tak terbendung setelah Tasos Douvikas dan Jacobo Ramon turut mencatatkan nama di papan skor, sekaligus memberikan tekanan berat bagi manajer Manchester United, Michael Carrick.
Namun, rasa bangga Fabregas sedikit ternoda ketika penyerang pengganti Setan Merah, Joshua Zirkzee, mampu mencetak gol hiburan pada masa injury time. Mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu mengakui bahwa dirinya sudah mulai mengalihkan fokus ke pertandingan akhir pekan melawan Sassuolo saat sepuluh menit terakhir pertandingan.
Dalam sesi konferensi pers, Fabregas secara terbuka menyayangkan keputusannya sendiri yang meminta para pemainnya untuk menurunkan tempo permainan demi menghemat tenaga. Ia bahkan sempat meminta Tasos Douvikas untuk berhenti berlari dan hanya berdiri di tengah lapangan untuk mengamankan keunggulan empat gol tanpa balas.
"Saya percaya secara taktik tim bermain cukup bagus," ujar sang pelatih setelah pertandingan usai. "Saya menyesali 10 menit terakhir ketika saya yang meminta tim untuk melambatkan tempo karena ada laga lain menanti, dan mungkin dengan keunggulan 4-0 mereka bisa mengelolanya. Gol hiburan di pengujung laga itu sungguh menyakiti saya sebagai seseorang yang selalu menuntut perjuangan sampai akhir."
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang