Kutukan Stamford Bridge akhirnya resmi pecah setelah Tottenham Hotspur sukses membawa pulang kemenangan tandang yang sangat krusial dengan skor 2-0 atas sepuluh pemain Chelsea. Di bawah komando Roberto De Zerbi, anak asuh tampil trengginas di tengah cuaca yang kurang bersahabat, sekaligus mengakhiri rekor buruk kemenangan tunggal dalam 33 kunjungan terakhir mereka ke markas sang rival London.

Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal sebelum insiden memanas pada menit ke-69 ketika terjadi ketegangan antarpemain dan staf di pinggir lapangan. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-77 berkat gol bunuh diri konyol dari kiper Mike Penders yang salah mengantisipasi bola sepak pojok. Petaka bagi tuan rumah semakin lengkap ketika Cole Palmer diganjar kartu kuning kedua akibat tekel keras, yang dimanfaatkan dengan sempurna oleh Mathys Tel lewat tendangan terarah dari luar kotak penalti jelang bubaran.

Kemenangan tandang ini terasa begitu emosional bagi De Zerbi yang merayakan gol penutup dengan berlari menyambut suporter tim tamu di tribun. Mengingat investasi besar yang dikeluarkan klub pada bursa transfer musim panas lalu dengan menghabiskan sekitar Rp8 Triliun untuk merombak skuad, hasil positif ini diyakini menjadi titik balik kebangkitan tim di pentas Premier League untuk merangsek naik ke peringkat ke-12 klasemen sementara.

Di sisi lain, lini pertahanan Chelsea kembali menjadi sorotan tajam setelah blunder fatal penjaga gawang muda mereka menghancurkan momentum permainan. Absennya penyerang andalan João Pedro karena cedera juga membuat lini depan tuan rumah kehilangan ketajaman, tumpul, dan gagal membongkar lini belakang lawan. Ditambah lagi dengan buruknya disiplin pemain yang berujung pada kartu merah Palmer, pelatih Xabi Alonso harus segera memutar otak untuk mengembalikan stabilitas tim yang kini tertahan di posisi keempat.

Ironisnya, laga penuh gengsi ini juga diwarnai kembalinya mimpi buruk cedera bagi gelandang kreatif yang baru saja pulih dari operasi ACL panjang. Kendati sempat tampil impresif di babak pertama, ia harus ditarik keluar lapangan di awal paruh kedua karena masalah fisik. Situasi ini tentu menjadi ujian berat bagi kedalaman skuad Spurs dalam menjaga momentum positif mereka di laga-laga berikutnya.