Badai tensi tinggi yang terjadi di akhir pekan kemarin berbuntut panjang bagi Napoli. Manajemen klub secara resmi mengumumkan langkah hukum lanjutan dengan mengajukan banding atas sanksi larangan mendampingi tim sebanyak dua pertandingan yang dijatuhkan kepada sang allenatore, Massimiliano Allegri. Keputusan ini diambil setelah sang juru taktik tersulut emosi dan mendapat kartu merah langsung dari pengadil lapangan akibat protes keras yang dilakukannya di pinggir lapangan hijau.

Konflik bermula ketika laga seru antara Napoli menghadapi AS Roma berakhir dengan skor sama kuat 3-3. Gol penyeimbang dramatis di pengujung laga yang dicetak oleh Leonardo Balerdi disahkan tanpa tinjauan VAR, yang langsung memicu kemarahan besar dari kubu Partenopei. Dilansir dari Football Italia, Allegri tertangkap basah meluapkan kekesalannya kepada pejabat keempat dengan kalimat bernada ancaman sebelum akhirnya diusir keluar lapangan oleh wasit.

Suasana semakin memanas ketika pelatih berpengalaman asal Italia tersebut sempat melepas jaketnya dengan gestur geram dan mencoba mendekati perangkat pertandingan kembali sebelum ditenangkan oleh staf kepelatihan. Berdasarkan rilis resmi dari Lega Serie A pada Senin sore waktu setempat, hukuman dua pertandingan itu dijatuhkan karena tindakan indisipliner dan protes berlebihan yang dinilai melewati batas kewajaran di area teknis.

Sanksi tegas ini tentu memberikan pukulan telak bagi ambisi klub di kompetisi Serie A. Akibat larangan mendampingi tim tersebut, sang pelatih dipastikan bakal absen dalam laga krusial tengah pekan menghadapi Monza akhir pekan ini, serta momen emosional yang paling dinantikan saat harus kembali menghadapi mantan klub yang pernah dibesutnya, Juventus, pada hari Minggu mendatang.

Menanggapi hukuman berat yang membelenggu staf pelatih mereka, manajemen klub langsung bergerak cepat dengan meminta akses dokumen pertandingan secara menyeluruh. Melalui pernyataan resmi di situs web klub, mereka menegaskan bakal memperjuangkan keadilan demi membatalkan sanksi yang dinilai terlalu merugikan kestabilan taktik tim di saat krusial musim ini.