Badai besar tengah menghantam Manchester United setelah mereka harus menelan kekalahan memalukan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Hasil minor ini membuat posisi Michael Carrick sebagai juru taktik berada di ujung tanduk. Setan Merah kini terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara Premier League setelah hanya mampu mengemas satu kemenangan dari delapan pertandingan pembuka musim ini.

Tekanan terhadap sang manajer semakin berlipat ganda menyusul keputusan kontroversialnya mencadangkan sang kapten, Bruno Fernandes. Keputusan tersebut diambil usai sang gelandang melayangkan kritik terbuka terhadap taktik tim pasca kekalahan 4-1 dari Como di ajang Liga Champions. Situasi internal klub kian runyam setelah sebelumnya bek Lisandro Martinez juga sempat melontarkan kritik terbuka terhadap minimnya investasi manajemen dan kinerja direktur teknik.

Meski situasi tim sedang berada dalam kekacauan, dukungan luar biasa justru ditunjukkan oleh publik Old Trafford. Dilansir dari BBC Sport, para suporter tetap menyanyikan chant khusus untuk sang pelatih saat ia melakukan putaran lapangan pasca pertandingan. Ikatan emosional kuat terjalin karena sejarah panjangnya sebagai mantan pemain, membuat fans membedakan antara kecintaan pada legenda klub dengan kekecewaan mendalam terhadap para pemain.

Legenda klub Gary Neville secara terbuka menyebut bahwa manajemen klub kemungkinan besar akan segera mengambil keputusan sulit demi menghentikan tren negatif ini. Atmosfer stadion berubah drastis ketika nyanyian dukungan untuk sang juru taktik berganti menjadi cemoohan saat para pemain masuk ke terowongan. Mantan penyerang Premier League Clinton Morrison menilai reaksi suporter tersebut sangat mengkhawatirkan karena menunjukkan hilangnya kepercayaan total kepada skuad yang ada.

Dengan jarak 14 poin dari puncak klasemen dan performa yang terus merosot tajam, masa depan sang pelatih kini sepenuhnya berada di tangan para petinggi klub. Ujian berat menanti Setan Merah untuk segera bangkit dari keterpurukan jika tidak ingin musim ini berubah menjadi sebuah bencana besar yang lebih kelam.