Perjalanan Harry Kane menuju puncak dunia sepak bola sama sekali tidak ditempuh dengan jalan pintas yang mudah. Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Tim Sherwood, menyebut kesuksesan sang penyerang sebagai sebuah dongeng nyata yang belum pernah disaksikan sebelumnya dalam sejarah sepak bola modern.

Sebelum menjelma sebagai mesin gol mematikan di level internasional, Kane harus melalui masa-masa peminjaman yang kerap dipandang sebelah mata di kompetisi bawah bersama Leyton Orient, Millwall, Norwich City, hingga Leicester City. Berbeda dengan fenomena pemain muda instan saat ini, penyerang utama Bayern Munchen ini merangkak dari bawah tanpa perlakukan istimewa di awal kariernya.

Keputusan besar hengkang dari Liga Inggris menuju raksasa Bundesliga terbukti menjadi titik balik krusial dalam kariernya. Menurut pandit Sky Sports sekaligus legenda Liverpool, kepindahan senilai sekitar Rp2 Triliun tersebut memberikan ruang bagi sang bintang untuk mendapatkan pengakuan global serta trofi bergengsi yang selama ini sulit ia raih di London.

Meski kini telah mengoleksi berbagai rekor gol fenomenal dan meraih Ballon d'Or, dedikasi Kane terhadap tim tetap tidak luntur. Sherwood meyakini bahwa etos kerja dan kerendahan hati sang kapten timnas Inggris merupakan teladan sempurna bagi generasi muda yang ingin menggapai mimpi melalui jalan terjal.

Wacana kepulangan penyerang haus gol ini ke Liga Inggris demi memecahkan rekor gol sepanjang masa milik Alan Shearer pun mulai bergulir. Namun, hanya klub dengan ambisi juara nyata yang memiliki peluang untuk memulangkan sang juru gedor ke tanah Britania di masa depan.