Deru panas El Clasico langsung terasa ketika Jose Mourinho melontarkan pernyataan penuh percaya diri jelang lawatan krusial Real Madrid ke markas Barcelona. Di tengah sorotan tajam atas start lambat Los Blancos di tangga LaLiga, sang juru taktik menegaskan bahwa sejarah selalu berpihak pada formula yang ia bawa. Dilansir dari ESPN FC, suasana konfrensi pers mendadak membara saat pelatih asal Portugal itu dengan tegas menyatakan bahwa timnya selalu tahu cara mengangkat trofi di akhir musim.

Situasi klasemen sementara memang menuntut Los Blancos bekerja ekstra keras setelah tertinggal enam poin dari sang rival abadi akibat kekalahan dari Real Betis dan Atletico Madrid. Meski demikian, tren kebangkitan langsung ditunjukkan lewat rekor 100 persen kemenangan pasca jeda internasional, termasuk menumbangkan Villarreal, AS Roma, Sevilla, hingga RB Leipzig. Periode positif ini menjadi modal berharga bagi skuad ibu kota untuk menantang Blaugrana yang baru saja tersandung di kancah Eropa.

Mourinho sendiri enggan menyebut duel akbar di Camp Nou ini sebagai ujian akhir mutlak bagi kapasitas timnya musim ini. Ia menilai skuad asuhannya masih berada di fase awal pembentukan, di mana proses adaptasi taktik dan pemahaman karakter pemain masih terus berjalan. Perbandingan dengan Barcelona yang dinilai sudah mapan karena bersama selama bertahun-tahun dianggapnya belum seimbang, meski ia tetap menuntut kerja keras maksimal di atas lapangan hijau.

Terkait ancaman dari kubu lawan, perhatian publik tentu tertuju pada aksi pemain muda sensasional Lamine Yamal yang kerap menjadi motor serangan tuan rumah. Menanggapi hal tersebut, Mourinho memastikan timnya menaruh respek penuh terhadap kualitas individu sang winger, namun menolak mengubah identitas maupun struktur permainan demi meredam satu pemain saja. Duel sarat gengsi ini dipastikan bakal menghentikan sejenak aktivitas dunia sepak bola akhir pekan ini.