Pekan kompetisi Como kembali menghadirkan cerita menarik ketika sang juru taktik secara terbuka mengakui sempat salah perhitungan di paruh pertama pertandingan. Mantan gelandang tajam asal Spanyol tersebut menceritakan bagaimana ia mengubah strategi secara drastis setelah babak pertama berakhir tanpa gol melawan Sassuolo dalam lanjutan Serie A.

Kemenangan meyakinkan 2-0 ini menjadi bukti nyata kedewasaan skuad asuhan Cesc Fabregas dalam menjaga konsistensi permainan. Setelah sempat kesulitan mengimbangi ritme lawan pada 45 menit pertama, perubahan taktis langsung dilakukan untuk meredam peranan vital mantan gelandang Chelsea di lini tengah lawan.

Fabregas tidak ragu melontarkan pengakuan jujur kepada media usai laga bahwa dirinya sempat keliru menilai kapasitas sang gelandang veteran. Ia menyadari bahwa pemain kunci tersebut membutuhkan pengawalan ketat sepanjang pertandingan agar alur serangan lawan bisa diputus sepenuhnya sejak area pertahanan atas.

Momen hangat sempat terjadi saat peluit panjang berbunyi ketika kedua sosok penting tersebut saling berpelukan di pinggir lapangan. Percakapan santai diwarnai candaan persahabatan ketika sang pelatih meminta maaf karena harus menginstruksikan pressing ketat, yang langsung dibalas dengan kalimat bernada nostalgia mengenai masa lalu mereka bersama.

Meski melakukan banyak rotasi pemain demi menjaga kebugaran fisik skuad di tengah padatnya jadwal kompetisi, ketajaman lini depan tetap terjaga dengan baik. Tantangan berikutnya kini sudah menanti di depan mata dengan persiapan singkat menjelang lawatan tandang menghadapi Torino pada tengah pekan nanti.