Tekanan besar tengah menghantam Crystal Palace setelah menelan kekalahan pahit 0-2 dari Newcastle United di Selhurst Park. Hasil negatif ini memperpanjang tren tanpa kemenangan The Eagles menjadi empat pertandingan beruntun di ajang Premier League. Tekanan dari suporter dan bursa taruhan kian meningkat, terlebih setelah pekan lalu mereka sempat digasak 5-0 oleh Brighton & Hove Albion.
Dua gol cepat yang dicetak oleh Newcastle hanya beberapa menit selepas turun minum menjadi petaka utama bagi tuan rumah. Situasi ini langsung memicu sorotan tajam terhadap fokus para pemain di awal babak kedua, sebuah masalah klasik yang terus berulang musim ini. Meski badai kritik mulai menerpa kursi kepelatihan, pelatih kepala Pierre Sage menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa kehilangan kepercayaan dari para pemain maupun jajaran direksi klub.
"Hal tersebut normal terjadi ketika kami tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Segala kebisingan di luar sana hanyalah konsekuensi dari performa tim," ujar Sage kepada Sky Sports. Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan sang pemilik klub tetap berjalan normal, di mana mereka hanya berdiskusi soal strategi taktik dan kondisi kebugaran skuad tanpa membahas ancaman pemecatan.
Performa Palace di awal musim ini memang jauh dari kata ideal. Klub yang bermarkas di London selatan tersebut kini hanya unggul dua poin saja dari zona degradasi setelah melakoni delapan pertandingan awal. Masalah rapuhnya lini belakang menjadi pekerjaan rumah terbesar, di mana mereka telah kebobolan 19 gol sejauh ini, catatan paling buruk di antara kontestan liga lainnya.
Sage berpendapat bahwa solusi untuk memperbaiki rapuhnya pertahanan tim adalah dengan cara lebih menguasai jalannya bola. Walau demikian, pendekatan filosofi penguasaan bola ini kerap memunculkan tanda tanya besar mengenai kapasitas skuadnya, mengingat Palace mencatatkan rata-rata persentase penguasaan bola terendah ketiga di kompetisi musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang