Liga Champions Eropa pekan ini akan diwarnai momen haru. Sebelum kick-off, semua pertandingan akan mengheningkan cipta untuk mengenang korban jiwa akibat banjir bandang dahsyat di Nepal. Aksi solidaritas ini juga akan disertai spanduk bertuliskan "You are not alone, Nepal." Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh jurnalis Henry Winter, dan langsung mendapat perhatian luas dari pecinta sepak bola dunia.
Bencana yang melanda Nepal dan wilayah perbatasan Tibet itu telah menelan korban sangat banyak. Diperkirakan sedikitnya 1.355 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 5.000 orang masih dinyatakan hilang. Pada 7 September lalu, Nepal menggelar hari berkabung nasional untuk para korban. Banjir ini diduga dipicu oleh runtuhnya gletser, dan telah berlangsung selama dua pekan. Senin kemarin menandai hari terakhir dari masa berkabung tradisional Hindu selama 13 hari.
UEFA, melalui presidennya Aleksander Ceferin, menyatakan dukungan penuh. "Seluruh keluarga sepak bola Eropa akan berdiri bersama sebelum pertandingan pekan ini untuk menyampaikan belasungkawa terdalam dan dukungan kami kepada rakyat Nepal," ujar Ceferin. "Kami mendoakan kekuatan dan ketangguhan bagi mereka yang terus berjuang pulih dari tragedi ini dan dampaknya," tutupnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar permainan, tetapi juga wadah solidaritas kemanusiaan.
Menariknya, keputusan ini datang setelah akhir pekan lalu Liga Premier dan EFL memastikan tidak menggelar mengheningkan cipta untuk korban serangan 11 September. Sebanyak 67 warga Inggris tewas dalam serangan teror di Amerika Serikat pada 2001 silam. Sementara itu, pertandingan Liga Champions pekan ini justru akan mengenang korban di perbatasan Nepal-Tibet. Sebuah pilihan yang menunjukkan empati global tanpa memandang batas negara.
Aksi mengheningkan cipta dan spanduk yang diangkat diharapkan dapat menjaga kesadaran internasional terhadap Nepal, serta membantu upaya pencarian korban hilang. Kisah haru datang dari Nuwakot, Nepal, di mana seorang wanita berusia 64 tahun berhasil diselamatkan hidup-hidup dari rumahnya yang terkubur lebih dari 10 hari setelah terendam. Sementara di Nepal, sekitar 5.000 orang masih hilang, dan lebih dari 500 orang di Tibet belum ditemukan.
Semua 36 tim yang berlaga di 18 pertandingan Liga Champions pekan ini akan mengheningkan cipta di setiap laga. Momen ini menjadi pengingat bahwa di tengah gemerlap kompetisi elite Eropa, ada duka yang perlu dihormati. Sepak bola kembali menunjukkan perannya sebagai perekat kemanusiaan, mengajak jutaan penonton untuk sejenak merenung dan peduli.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang