Kurang dari 24 jam tiba di Montreal, Alexis Sanchez sudah disambut bak pahlawan. Suporter CF Montreal memadati Stade Saputo untuk menyaksikan perkenalan pemain anyar bernomor punggung 10 itu di babak pertama. Bendera Chili, jersey La Roja, dan riuh rendah tribun menjadi bukti bahwa bintang asal Tocopilla itu langsung punya tempat spesial di hati fans.
Kedatangan Sanchez memang bukan sekadar transfer biasa. Sepanjang kariernya, ia meninggalkan jejak mendalam di Eropa bersama Barcelona, Arsenal, Manchester United, Inter Milan, Udinese, dan Sevilla. Gelar demi gelar ia raih, termasuk dua titel La Liga dan tiga trofi Copa America bersama Chili. Reputasi itulah yang membuat CF Montreal merasa kedatangan Sanchez adalah momen bersejarah.
Sejak diumumkan sebagai pemain baru, antusiasme publik Montreal langsung meledak. Ratusan fans sempat berkumpul di balai kota untuk menyambutnya, dan saat perkenalan resmi di Stade Saputo, atmosfer berubah seperti konser. Riuh rendah itu mengingatkan banyak pihak pada kedatangan Didier Drogba yang pernah mengguncang klub yang sama.
Sanchez datang dengan status bebas transfer setelah kontraknya di Inter Milan berakhir. Meski usianya sudah 36 tahun, ia masih menunjukkan ketajaman di musim lalu dengan mencetak 20 gol bersama Udinese. Kini, tantangan baru menantinya di MLS, liga yang semakin kompetitif dan penuh kejutan.
Bagi CF Montreal, kehadiran Sanchez bukan cuma soal kualitas lapangan. Ia membawa dimensi pemasaran yang luar biasa, sekaligus menjadi magnet bagi suporter lama maupun baru. Pelatih dan rekan setimnya berharap pengalaman Sanchez bisa menjadi katalis kebangkitan tim di musim ini.
Debut resmi Sanchez di MLS tinggal menunggu waktu. Jika performanya sejalan dengan ekspektasi, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu bintang terbesar yang pernah bermain di Kanada. Untuk saat ini, seluruh mata tertuju pada langkah pertamanya di kompetisi yang belum pernah ia taklukkan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang